Wednesday, October 14, 2015

PENGANTAR STATISTIKA




A. Pengertian Statistika
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, statistika didefinisikan sebagai ilmu tentang cara mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka, atau pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data, penyelidikan dan kesimpulannya berdasarkan bukti, berupa catatan bilangan (angka-angka).
Menurut Kamus Oxford, statistika didefinisikan sebagai the practice or science of collecting and analysing numerical data in large quantities, especially for the purpose of inferring proportions in a whole from those in a representative sample atau dalam bahasa Indonesia sebuah praktek atau ilmu mengumpulkan dan menganalisis data numerik dalam jumlah besar, terutama untuk tujuan proporsi inferensi dalam keseluruhan dari orang-orang dalam sampel yang representatif".
Menurut Encyclopedia Britannica, statistika didefinisikan sebagai science of collecting, analyzing, presenting, and interpreting data, atau ilmu mengumpulkan, menganalisis, menyajikan, dan menafsirkan data.
Sudjana (2004, dalam Riduwan dan Sunarto, 2007) mendefinisikan statistika sebagai pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan fakta, pengolahan serta pembuatan keputusan yang cukup beralasan berdasarkan fakta dan analisa yang dilakukan. Sementara statistic dipakai untuk menyatakan kumpulan fakta, umumnya berbentuk angka yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.

B. Sejarah Statistika
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticum collegium ("dewan negara") dan bahasa Italia statista ("negarawan" atau "politikus").

Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai "ilmu tentang negara (state)". Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data". Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson(metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.

Meskipun ada pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

Beberapa kontributor statistika
  • Carl Gauss
  • Blaise Pascal
  • Sir Francis Galton
  • William Sealey Gosset (dikenal dengan sebutan "Student")
  • Karl Pearson
  • Sir Ronald Fisher
  • Gertrude Cox
  • Charles Spearman
  • Pafnuty Chebyshev
  • Aleksandr Lyapunov
  • Isaac Newton
  • Abraham De Moivre
  • Adolph Quetelet
  • Florence Nightingale
  • John Tukey
  • George Dantzig
  • Thomas Bayes

C. Pembagian Statistika
1. Statistika Deskriptif
Statistika yang berkenaan dengan penataan, peringkasan dan penggambaran data tanpa dilanjutkan dengan pengujian dan penafsiran (inferens).

2. Statistika Inferens
Statistika yang berkenaan dengan pengujian dan penarikan kesimpulan berdasarkan penafsiran (inferens).
Maka dari definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa ruang lingkup statistika lebih luas daripada statistik serta statistika mencangkup statistik atau dapat kita anologikan ibarat komputer, suatu keutuhan komputer merupakan statistika sedangkan alat-alat penyusun dari komputer (Lcd, Mouse, CPU, keyboard, dll) merupakan statistik.

D. Metode Pengumpulan Data
1. Metode Tabular
Ringkasan tabel data yang paling umum digunakan untuk variabel tunggal adalah distribusi frekuensi. Sebuah distribusi frekuensi menunjukkan jumlah nilai data di masing-masing beberapa kelas nonoverlapping. Ringkasan tabel lain, yang disebut distribusi frekuensi relatif, menunjukkan fraksi, atau persentase, nilai-nilai data di masing-masing kelas. Ringkasan tabel yang paling umum dari data untuk dua variabel adalah tabulasi silang, analog dua variabel dari distribusi frekuensi. Untuk variabel kualitatif, distribusi frekuensi menunjukkan jumlah nilai data di setiap kategori kualitatif. Misalnya, jenis kelamin variabel memiliki dua kategori: pria dan wanita. Dengan demikian, distribusi frekuensi untuk jenis kelamin akan memiliki dua kelas nonoverlapping untuk menunjukkan jumlah jantan dan betina. Sebuah distribusi frekuensi relatif untuk variabel ini akan menunjukkan fraksi individu yang laki-laki dan fraksi individu yang perempuan. Membangun distribusi frekuensi untuk variabel kuantitatif membutuhkan perhatian lebih dalam mendefinisikan kelas dan titik-titik pembagian antara kelas yang berdekatan. Misalnya, jika data usia contoh di atas berkisar 22-78 tahun, enam kelas nonoverlapping berikut dapat digunakan: 20-29, 30-39, 40-49, 50-59, 60-69, dan 70- 79. Sebuah distribusi frekuensi akan menunjukkan jumlah nilai data di masing-masing kelas, dan distribusi frekuensi relatif akan menunjukkan fraksi nilai data di setiap. Sebuah tabulasi silang adalah tabel dua arah dengan deretan meja yang mewakili kelas satu variabel dan kolom dari tabel yang mewakili kelas variabel lain. Untuk membangun sebuah tabulasi silang menggunakan variabel jenis kelamin dan usia, jenis kelamin dapat ditampilkan dengan dua baris, pria dan wanita, dan usia dapat ditampilkan dengan enam kolom yang sesuai dengan kelas umur 20-29, 30-39, 40-49, 50 -59, 60-69, dan 70-79. Entri dalam setiap sel tabel akan menentukan jumlah nilai data dengan jenis kelamin yang diberikan oleh pos baris dan usia yang diberikan oleh judul kolom. Semacam tabulasi silang dapat membantu dalam memahami hubungan antara jenis kelamin dan usia.
2. Metode Grafis
Gambar 1
Gambar 2
Histogram

Sejumlah metode grafis tersedia untuk mendeskripsikan data. Sebuah grafik batang adalah perangkat grafis untuk menggambarkan data kualitatif yang telah dirangkum dalam sebuah distribusi frekuensi. Label untuk kategori variabel kualitatif ditunjukkan pada sumbu horisontal grafik. Sebuah bar di atas setiap label dibangun sehingga ketinggian setiap batang sebanding dengan jumlah nilai data dalam kategori. Sebuah grafik batang dari status perkawinan untuk 100 individu pada contoh di atas dapat dilihat pada Gambar 1. Ada 4 bar dalam grafik, satu untuk masing-masing kelas. Sebuah grafik pie adalah perangkat grafis lain untuk meringkas data kualitatif. Ukuran masing-masing sepotong kue sebanding dengan jumlah nilai data di kelas yang sesuai. Sebuah pie chart untuk status perkawinan dari 100 individu ditunjukkan pada Gambar 2. Sebuah histogram adalah presentasi grafis yang paling umum dari data kuantitatif yang telah dirangkum dalam sebuah distribusi frekuensi. Nilai-nilai variabel kuantitatif ditunjukkan pada sumbu horisontal. Sebuah persegi panjang digambar di atas setiap kelas sehingga dasar persegi panjang sama dengan lebar interval kelas dan tingginya sebanding dengan jumlah nilai data di kelas.

E. Manfaat Statistika

Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana. Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi, berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll. Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi. Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham. Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.

Disadur dari
https://teorionline.wordpress.com/2010/05/15/pengertian-dasar-statistika/
http://www.britannica.com/science/statistics
https://id.wikipedia.org/wiki/Statistika
https://musthopz.wordpress.com/2013/09/25/sejarah-pengertian-dan-manfaat-dari-statistika/

Friday, September 18, 2015

Catatan Kecil Andi: Dinas Perdana KRL 12 Kereta di Jalur Jakarta - Bog...

Catatan Kecil Andi: Dinas Perdana KRL 12 Kereta di Jalur Jakarta - Bog...: Pada hari Rabu tanggal 16 September 2015, KRL seri 205 milik PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) yang dibeli dari jalur Nambu mulai be...



A pos by me on other blog, glad to be a contributor

Saturday, January 17, 2015

Apakah Indonesia Mampu Mencapai Masyarakat Madani?

Masyarakat Madani (dalam bahasa Inggriscivil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan mamaknai kehidupannya. Masyarakat madani merupakan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. Inisiatif dari individu dan masyarakat akan berupa pemikiran, seni, pelaksanaan pemerintah yang berdasarkan undang-undang dan bukan nafsu atau keinginan individu. Masyarakat madani adalah kelembagaan sosial yang akan melindungi warga negara dari perwujudan kekuasaan negara yang berlebihan. Bahkan Masyarakat madani tiang utama kehidupan politik yang demokratis. Sebab masyarakat madani tidak saja melindungi warga negara dalam berhadapan dengan negara, tetapi juga merumuskan dan menyuarakan aspirasi masyarakat.

Pada dasarnya, di dalam negara-negara berkembang yang masih mencari identitas dari negaranya, masyarakat madani masih susah dicapai. Kesulitan ini dipengaruhi oleh faktor internal yaitu masyarakatnya sendiri. Pada negara berkembang umumnya masyarakat masih memiliki pendidikan yang kurang dalam hal politik dan kewarganegaraan, juga sikap tak acuh masyarakat kepada negaranya sendiri. Kurangnya pendidikan masyarakat tersebut dapat terjadi karena carut-marutnya sistem pendidikan yang ada di negara tersebut. Padahal untuk mewujudkan peradaban, masyarakat dituntut dapat berpikir kritis dengan berdasarkan kepada dasar negara dan konstitusi yang berlaku, serta dapat memilah-milah produk dari perubahan zaman.

Namun di balik kesulitan itu, bukan tidak mungkin sebuah negara berkembang seperti Indonesia dapat mencapai mayarakat madani. Cita-cita menuju masyarakat madani sudah ada di dalam Pancasila sila kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab". Apabila Indonesia tetap berpegang teguh pada Pancasila maka akan sangat mudah untuk mencapainya. Dibutuhkan ketegasan dan kerjasama dari seluruh pihak yang ada di negeri ini, disertai dengan perbaikan sistem di antaranya sistem pendidikan, karena pendidikan adalah yang paling utama. Apabila semua digarap serius, maka hal ini dapat terwujud dalam 10 tahun.